InfOz pLu$

November 15, 2007

Gelombang Cinta Di Hari Suci

Filed under: OASIS — beritazakat @ 3:52 am
 
Oleh : Hamy Wahjunianto Ketua Umum Forum Zakat
     
Mata wanita itu terlihat berkaca-kaca. Terlihat sekali kalau wanita itu berupaya menahan agar air matanya tidak sampai jatuh menetes membasahi pipi. Suara wanita bernama Tatik itu terdengar bergetar saat berkata di acara Talk Show Jelang Buka Puasa Pajajaran TV Bandung, ”Anak adalah harta kita yang paling mahal saat hidup di dunia. Anak presiden, anak gubernur, anak walikota atau anak siapapun pasti akan disekolahkan oleh kedua orang tuanya. Karena itu, setiap orang tua yang menyayangi anaknya seharusnya peduli terhadap kualitas guru dan sekolah anak-anak mereka. Karena itu saya menghimbau gubernur Jawa Barat, walikota Bandung, dan seluruh masyarakat yang mampu untuk mencintai anak-anak mereka dengan jalan meningkatkan kualitas guru dan sekolah di Bandung dan Jawa Barat.”
 
Mata wanita itu terlihat berkaca-kaca. Terlihat sekali kalau wanita itu berupaya menahan agar air matanya tidak sampai jatuh menetes membasahi pipi. Suara wanita bernama Tatik itu terdengar bergetar saat berkata di acara Talk Show Jelang Buka Puasa Pajajaran TV Bandung, ”Anak adalah harta kita yang paling mahal saat hidup di dunia. Anak presiden, anak gubernur, anak walikota atau anak siapapun pasti akan disekolahkan oleh kedua orang tuanya. Karena itu, setiap orang tua yang menyayangi anaknya seharusnya peduli terhadap kualitas guru dan sekolah anak-anak mereka. Karena itu saya menghimbau gubernur Jawa Barat, walikota Bandung, dan seluruh masyarakat yang mampu untuk mencintai anak-anak mereka dengan jalan meningkatkan kualitas guru dan sekolah di Bandung dan Jawa Barat.”Wanita muda yang akrab dipanggil Teh Tatik itu memang berprofesi sebagai guru di Sekolah Miftahul Huda Cikadut Bandung. Selain untaian kalimat indah di atas, hal lain yang membuat dirinya begitu bermakna adalah bahwa semenjak menjadi donatur YDSF 5 bulan yang lalu, Bu guru Tatik ternyata telah mampu menginspirasi 17 guru, karyawan, dan wali murid sekolah Miftahul Huda untuk ikut menjadi donatur YDSF seperti dirinya. Hebatnya lagi, sebagaimana lebih dari 2.000 koordinator donatur yang lain di seluruh kantor YDSF, Teh Tatik melakukannya tanpa pamrih. Tak ada satu orang pun yang meminta dan memfasilitasi dirinya agar menjadi koordinator donatur di sekolah Miftahul Huda tersebut.

Tiada kata yang dapat menjelaskan motivasi Teh Tatik dan lebih dari 2.000 koordinator donatur YDSF saat mengajak orang lain untuk menjadi begitu bermakna bagi sesama kecuali satu kata yakni: cinta! Sebagaimana juga tidak ada kata lain yang dapat menjelaskan sebab seorang ibu mau bersakit-sakit mengandung dan melahirkan anaknya kecuali satu kata yakni: cinta! Demikian pula tiada kata yang dapat menjelaskan penyebab diciptakannya alam semesta oleh Sang Maha Penyayang untuk manusia kecuali satu kata, yakni: cinta!

Cinta yang tak bertepi membuat yang berat menjadi ringan, yang jauh terasa dekat, yang lemah menjadi kuat. Cinta yang tak berujung menjadi sumber energi peduli yang tak pernah berhenti mengalir. Itulah sebabnya gelombang cinta di hari suci selalu terasa begitu indah. Begitu sang Fajar 1 Syawal memendarkan cahaya merahnya, miliaran manusia bergelombang mendatangi tanah lapang atau masjid untuk memuncaki cinta mereka kepada Dzat Yang Maha Pencinta. Miliaran manusia itu berdiri, rukuk, sujud, dan bersimpuh kepada Sang Mahasempurna sebagai ekspresi cinta mereka kepada-Nya. Air mata mereka mengalir membasahi wajah bening mereka saat memohon ampunan dan cinta-Nya.

Sejurus kemudian gelombang cinta itu bergerak menuju rumah masing-masing. Bermula dari ciuman penuh sayang istri di telapak tangan suami yang berbalas dengan ciuman penuh cinta suami di kening istri, episode cinta itupun berlanjut dengan ciuman kasih buah hati di telapak tangan ayah bundanya. Arus cinta itu selanjutnya mengalir ke rumah orang-orang yang mereka cintai. Setiap dari mereka berlomba untuk saling meminta maaf. Setiap dari mereka mendahului untuk saling menebar maaf. Tidak ada kata yang mampu menjelaskan gerak gelombang cinta tersebut kecuali satu kata, yakni cinta! Tidak ada kalimat yang lebih indah untuk dilantunkan saat itu kecuali doa Taqabballahu minna wa minkum. Taqabbal Ya Karim. Minal ’Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin.{}

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: