InfOz pLu$

Agustus 29, 2007

LAPORAN PERKEMBANGAN PSAK ZAKAT

Filed under: SERBASERBI — beritazakat @ 3:50 am

LAPORAN PERKEMBANGAN PSAK ZAKAT
PERIODE: JUNI – JULI 2007

A. Jumlah dan Peserta Rapat Tim Kerja
Pada periode ini Tim Kerja PSAK Zakat telah mengadakan 3 kali rapat, dengan
rincian sebagai berikut:
No Hari & Tanggal Tempat Dihadiri oleh
1. Selasa, 5 Juni 2007 Graha Akuntan 12 orang anggota (terlampir)
2. Rabu, 20 Juni 2007 Graha Akuntan 10 orang anggota (terlampir)
3. Kamis, 19 Juli 2007 Graha Akuntan 12 orang anggota (terlampir)
Dalam rapat terakhir, Tim Kerja mengundang nara sumber yaitu M. Jusuf Wibisana
(Ketua DSAK IAI) untuk membahas pengakuan penerimaan zakat, yang belum
dapat diputuskan pada rapat-rapat sebelumnya.
B. Hasil Pertemuan
Dari beberapa pertemuan diperoleh kesepakatan sebagai berikut:
1. Karakteristik zakat dan non-zakat (infaq dan shadaqah)
a. Zakat:
– merupakan kewajiban syariah
– syarat nisab untuk wajib
– syarat haul baik yang periodik maupun yang tidak periodik
– tarif zakat (qadar)
– alokasi peruntukan zakat
b. Non Zakat (infaq dan shadaqah):
– donasi sukarela
– peruntukkan dapat bersyarat (muqayadah) atau tidak bersyarat
(mutlaqah) dari penyumbang
2. Infak/sedekah yang diterima akan dibagi menjadi:
a. Infak/sedekah dengan tujuan tertentu (terikat)
b. Infak/sedekah tanpa tujuan tertentu (tidak terikat)
3. Pendapatan Nonhalal tidak termasuk sebagai bagian dari pelaporan kinerja
amil zakat
4. Amil
a. Fungsi:
(1) Tugas pokok (azima) yaitu:
– menghimpun dan menyalurkan zakat dengan segera
– menentukan skala prioritas
(2) Tugas sampingan (ada rukhsoh jika memenuhi kondisi tertentu,
seperti kesulitan mencari mustahik) yaitu
– mengelola atau memutar dana zakat
– untuk diinvestasikan sebelum disalurkan.
1 dari 2
b. Kedudukan, sebagai agensi.
Akan menentukan hak klaim atas dana zakat, dan keleluasaan
menentukan program penyaluran dana zakat.
5. Zakat atas perkumpulan harta (entitas)
– identifikasi pemilik (individu) perkumpulan harta
– jika pemilik seluruhnya muslim, maka zakat berlaku untuk perkumpulan
harta (mewakili pemilik individu)
– jika ada pemilik nonmuslim, maka tidak termasuk dalam perhitungan
zakat (zakat dikeluarkan secara proporsional untuk pemilik muslim)
– jika sulit untuk mengidentifikasi pemilik harta, maka kembali ke asas
awal kewajiban zakat yaitu berlaku atas individu muslim
6. Cara perhitungan zakat untuk wajib zakat entitas (perusahaan)
Dari perspektif akuntansi, zakat yang dihitung berdasarkan dua pendekatan di
bawah ini mempunyai beberapa aspek yang harus dipertimbangkan:
a. berdasarkan aset neto; akan menimbulkan kesulitan dalam menghitung
aset neto, dengan semakin banyaknya intangible asset yang tidak
tercatat di dalam neraca. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang
computer software, zakat yang dikenakan akan lebih kecil dibandingkan
perusahaan tekstil, walaupun kemungkinan besar keuntungan yang
dihasilkan perusahaan computer software akan lebih besar daripada
perusahaan tekstil.
b. berdasarkan keuntungan neto; dinilai lebih cocok, karena perusahaan
yang menghasilkan keuntungan yang besar akan dikenakan zakat yang
lebih besar dibandingkan perusahaan dengan keuntungan yang lebih
kecil, tanpa memperhatikan besaran aset neto yang dimiliki perusahaan
tersebut.
7. Pengakuan penerimaan zakat
PSAK Zakat akan menggunakan konsep akuntansi dana (fund accounting
concept). Persamaan akuntansi yang digunakan yaitu aset = kewajiban + dana.
Danatersebut terdiri dari beberapa dana, seperti dana zakat, dana infak
sedekah, dana amil, dan sebagainya. Zakat yang diterima diakui sebagai dana
zakat. Dan akan ada laporan aktivitas untuk masing-masing dana.
C. Agenda Selanjutnya
Tim Kerja akan merumuskan beberapa kesepakatan yang teah dicapai pada rapatrapat
sebelumnya ke dalam konsep exposure draft (ED) PSAK Zakat berdasarkan
outline yang ada. Hasil perumusan konsep ED tersebut akan dibahas lagi pada rapat
Tim Kerja selanjutnya.
Jakarta, 30 Juli 2007
Manajemen Purnawaktu
Ikatan Akuntan Indonesia
2 dari 2

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: