- Pola Dan Strategi Penggalangan Dana Sosial di Indonesia, Zaim Saidi, Jakarta : Piramedia, 2001
- Sumbangan Sosial Perusahaan, Hamid Abidin (et al), Jakarta: Piramedia, 2002
- Regulasi dan Akreditasi Lembaga Derma dan Nirlaba di Amerika Serikat, Russy D. Sumariwalla. Jakarta: Piramedia, 2003
- Reinterpretasi Pendayagunaan ZIS: Menuju Efektivitas Pemanfaatan Zakat Infak Sedekah , Masdar F Mas’udi(eds.), Jakarta: Piramedia, 2004.
- Galang Dana Ala Media: Strategi Efektif Mengumpulkan Sumbangan Masyarakat , Hamid Abidin (et al), Jakarta: Piramedia, 2004.
- Kedermawanan Alam Kalimantan , Budi Baik Siregar Jakarta: Piramedia, 2004
- Seni Memberi dalam Chun Tzu ,Fachrur Rozie, Jakarta: PIRAC, 2004
- Menjadi Bangsa Pemurah: Wacana dan Praktek Kedermawanan Sosial di Indonesia , Zaim Saidi, and Hamid Abidin, Jakarta: Piramedia, 2004.
- Kritik dan Otokritik LSM: Membongkar Kejujuran dan Keterbukaan LSM , Hamid Abidin and Mimin Rukmini (ed), Jakarta: Piramedia, 2004.
- Kedermawanan Kaum Muslimin: Potret dan Realita Zakat Masyarakat di Indonesia, Hasil Survei di 10 Kota , Kurniawati (ed), Jakarta: Piramedia, 2004.
- Merebut Hati Lembaga Donor : Pandauan Penyusunan Program , Zaim Saidi, Hamid Abidin, Asad Nugroho (ed), Jakarta: Piramedia, 2004.
- Kewiraswastaan Sosial ,Zaim Saidi, Jakarta: Piramedia, 2005
- Ketika Selebriti Berbagi, Hamid Abidin, Jakarta: Piramedia, 2005
- Peduli dan Berbagi,Andy Agung Prihatna, Jakarta: Piramedia, 2005
- Bukan Sekedar Berbisnis , Rustam Ibrahim, Jakarta: Piramedia, 2005
- Panduan Direct Mail untuk Fundraising, Ahmad Juwaini, Jakarta: Piramedia, 2005
- Panduan Manajemen Kerelawanan , Nuraini Galuh Savitri, Jakarta: Piramedia, 2005
- Caring and Sharing: Pattern of Giving in Indonesia Society , Andy AgungPrihatna, Jakarta: Piramedia, 2006
- Menilai Tanggung Jawab Sosial Televisi , Rusfadia Sakti Yanti Jahja, Jakarta: Piramedia, 2006
- Muslim Philantropy, Andy Agung Prihatna, Jakarta: Piramedia, 2006
- Peluang dan Tantangan Akuntabilitas LSM , ZAim Saidi Jakarta: Piramedia, 2006
- LSM vs LAZ , Adi Chandra Utama, Jakarta: Piramedia, 2006
- Filantropi Kaum Perantau , Irdam Huri, Jakarta: Piramedia, 2006
- Sumbangan Tsunami, Tsunami Sumbangan , Zaim Saidi, Jakarta: Piramedia, 2006
- Tanggung Jawab Sosial BUMN , Nursahid, Fajar, Jakarta: Piramedia, 2006
- Panduan Menggalang Dana Perusahaan , Yuli Puji Hardi, Jakarta: Piramedia, 2006
Januari 8, 2008
Buku Filantropi Islam
buku zakat
Panduan Zakat Praktis Buku yang dikemas apik ini dicetak untuk pertama kalinya oleh Institut Manajemen Zakat pada Juni 2002, bersam Tim Penyusunnya yakni beberapa tokoh di jag…selengkapnya |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Manajemen Zakat
Penulis : Eri SudewoISBN : 979-3040-5
Tebal : 310 halaman
Isi : Menjabarkan prinsip-prinsip pengelol…
selengkapnya |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Manajemen Zakat Gaya BUMN Studi Kasus Baitul Maal Pupuk Kujang
Penulis : Tim Institut Manajemen ZakatISBN : 979-3040-05-x
Tebal : 145 halaman
Isi : Menguraikan tentang…
Demokrasi merupakan mesin politik kekuatan uang demi melestarikan negara-budak (slave state). Sistem demokrasi menjadikan negara-bangsa tidak relevan dan pemerintahan nasional kehilangan otoritas memerintah. Kebijakan pemerintahan demokrasi tak lebih dari menjalankan keputusan dan kepentingan kekuatan oligarki kapitalis bankir internasional (kelas kapitalis). Kapitalisme adalah sistem yang dibangun di atas fondasi riba dan menjadikan riba sebagai doktrin yang absolut. Dalam perspektif ini sosialisme pun adalah kapitalisme dalam versi lain, yakni kapitalisme negara (state capitalism). Paham kapitalisme dalam negara modern telah ditetapkan dalam tiap konstitusi dengan elemen utama di dalamnya berupa sistem bank sentral, uang kertas, dan pajak. Buku ini membicarakan dua sisi dari koin yang sama. Pertama, tentang kritik Islam atas sistem kehidupan modern, yaitu kapitalisme dan mesin kekuasaan yang mendukungnya, negara fiskal dengan demokrasinya. Kedua, tentang upaya umat Islam – dengan studi kasus umat Islam di Cape Town, Afrika Selatan – untuk merestorasi cara hidup Islami sebagai jalan keluar atas persoalan yang ditimbulkan oleh modernitas, dengan menerapkan kembali syari’ah. Model yang mereka tempuh adalah ’amal Madinah, yakni perilaku penduduk Madinah, dari tiga generasi pertama Islam. Islam ditawarkan sebagai solusi dengan menghidupkan kembali muamalat, restorasi zakat, pasar terbuka, wakaf, kontrak-kontrak bisnis syirkat dan qirad, gilda, pemakaian dinar emas dan dirham perak, dan karavan dagang. Suatu pendekatan yang melampaui dialektika palsu dua wajah Islam, yang kini ditampilkan di muka publik, yakni Islam radikal dan Islam liberal. Keduanya adalah produk kembar kapitalisme. Sorry synopsis in English not available
Kertas kerja ini memaparkan kebijakan umum mengenai insentif perpajakan yang diberikan kepada sektor nirlaba di beberapa negara. Penyusunan kertas kerja ini dilakukan berdasarkan studi pustaka menganai kebijakan perpajakan di beberapa negara di benua Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Kertas kerja ini bisa menjadi referensi bagi perumusan kebijakan serupa di Indonesia yang sampai saat ini belum sempurna. Sorry synopsis in English not available
Menggunakan dinar dirham tak harus menunggu khilafah tegak dulu. Tetapi saat ini ketika Negara telah memberi izin, kenapa kita masih harus menundanya? Bukankah Muamalah Syar’i harus tetap ditegakkan, meski kedaulatan belum diraih oleh Umat Islam. Sebagaimana fakta sejarah, bahwa: Tahun 1 Hijriah, setelah mendirikan Masjid Nabawi dan mempersaudarakan kaum Muslimin, Rasulullah SAW menetapkan Takaran dan Timbangan (termasuk Dinar Dirham). Padahal beliau belumlah berdaulat di Madinah. Buku ini mengajak Anda untuk berfikir rasionil, yang Insya Allah akan merubah pandangan dan pola pikir Anda terhadap fungsi dan manfaat dari uang Anda, dengan kajian ilmiah yang sahih dan mudah diterapkan: Muamalah Salafus Shalih. Karena di buku ini Anda akan mengetahui:
Pelbagai kasus keracunan makanan sering terjadi di Indonesia. Heboh formalin, pemanis buatan, dan penyedap rasa yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan atau mengancam keselamatan yang membuat orang tersadar akan pentingnya keamanan pangan. Saat ini kita –konsumen- menuntut agar pasok pangan bebas dari cemaran kuman, sisa bahan kimia, ancaman fisik, pembusukan, pemalsuan dan kecurangan lain misalnya, label maupun iklan, yang menyesatkan atau tidak sesuai dengan kenyataan. Kecenderungan industri pangan dalam melanggar peraturan maupun keharusan memenuhi ketentuan organisasi industri atau dagang bidang pangan harus diawasi dan dikendalikan. Badan POM, aneka departemen (Kesehatan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Perdagangan, Perindustrian, Dalam Negeri) serta Kemeterian Negara (Lingkungan, Riset dan Teknologi) harus memenuhi tanggung jawab atas pasok pangan yang aman. Tidak adanya koordinasi, tidak adanya independensi lembaga maupun sistem akuntabilitas yang menyelenggarakan garis kerja lintas sektor dan menyediakan jaminan penegakan peraturan dalam kegiatan keamanan pangan harus segera diakhiri. Dokumen ini menawarkan jawaban menyeluruh dan inovatif terhadap sistem keamanan pangan yang centang-perenang di tengah tumpang-tindih tugas pokok dan fungsi instansi-instansi terkait. Sorry synopsis in English not available
Kita mengetahui hampir semua jenis pangan disusupi bahan kimia dengan beragam tujuan. Ada bahan kimia yang ditujukan agar pangan awet, ada yang agar pangan lebih menarik, agar pangan tetap manis tetapi harga lebih murah. Buku ini mengupas banyak bahan kimia yang seharí-hari melanda rumah tangga kemudian masuk ke dalam tubuh anak-anak dengan segala akibat buruknya. Di samping itu, ditawarkan juga alternatif yang lebih sehat sehingga anak-anak terbebas dari aneka gangguan kesehatan dan dapat bertumbuhkembang dengan lebih baik.
Jutaan produk mengepung hidup kita sehari-hari. Tak ubahnya pasar, produk-produk tersebut –dengan promosi dan iklannya yang masif, menjadikan masyarakat sebagai captive market. Ada saja yang mereka jual. Untuk sekadar menjual air minum saja, produsen saling bersaing meyakinkan konsumen bahwa air produksi merekalah yang paling sehat, paling berkhasiat. Pun demikian dengan produk makanan, mereka berlomba mengundang selera konsumen dengan bau-bauan, pewarnaan dan sejumlah zat tambahan lain. Celakanya, tak semua zat tambahan ini menyehatkan. Bahkan, ada yang justru membahayakan –baik karena jumlah kandungannya maupun zat itu sendiri yang berbahaya. Celakanya lagi, banyak produsen yang tidak jujur dan mengabaikan rambu-rambu peraturan, serta hanya memikirkan keuntungan mereka sendiri. Setidaknya, demikianlah yang dapat ditarik dari buku ini. Dengan mendasarkan riset-riset kecil terhadap sejumlah produk pangan, buku ini mengantarkan pada kita supaya waspada terhadap produk-produk pangan yang ada di pasaran. Karena tidak semua produk tersebut aman dikonsumsi dan jujur dalam pencantuman komposisi pada label kemasannya. Selain riset terhadap bahan pangan, riset lain soal kandungan alkohol pada obat sirup, sistem jual beli emas dan pelayanan transportasi turut ditampilkan mengingat spektrum “dunia” konsumen yang sangat luas dan beragam. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) sebagaimana disajikan dalam buku ini sangat relevan dalam upaya melakukan penyadaran dan advokasi konsumen. Membaca buku ini, sungguh kita dihantarkan pada sudut-sudut kritis relasi produsen-konsumen yang selama ini mungkin kita diabaikan. Membaca buku ini, kita pun menjadi tahu bahwa tidak semua produsen –ataupun penyedia jasa tertentu, berbisnis dengan baik dan memperhatikan hak-hak konsumen. Oleh karena itu, membekali masyarakat dengan pengetahuan yang memadai tentang informasi sebuah produk penting dilakukan. Supaya masyarakat menjadi konsumen yang rasional dan bijak, bisa memperhitungkan tingkat risiko dalam berkonsumsi. Dan, buku kecil ini bisa menjadi “rambu-rambu” untuk itu.
Rambu kali ini mengajak pembaca untuk kembali melihat secara bijak budaya produksi dan konsumsi yang tengah berlangsung saat ini. Disajikan pula tradisi-tradisi yang dijalani oleh sebagian masyarakat yang dapat dijadikan sebagai semacam budaya tandingan. Wawasan yang kemudian muncul diharapkan dapat menjadi bekal bagi kita semua dalam menggeser bandul pola produksi maupun konsumsi agar menjadi lebih sehat dan bijak.
Angka-angka statistik memperlihatkan bahwa jumlah orang gemuk di benua Eropa dan Amerika Serikat, meningkat tajam. Hipertensi, stroke, dan bahkan kasus kematian mulai dibukukan sebagai akibat buruk pola makan dengan pangan rongsokan (junk food). Kali ini Rambu mengupas tuntas pangan rongsokan termasuk perkembangan terakhir di luar negeri agar kita tidak ikut menanggung akibat buruk dari kenikmatan sesaat tersebut. Selamat membaca!. Sorry synopsis in English not available
Rambu kali ini mengupas tuntas seluk-beluk air, termasuk untung-buntung minuman isotonik, yang sampai saat ini masih hangat dibicarakan orang. Diharapkan sajian kali ini menjadi bekal bagi kita semua agar tidak terjebak pada pola konsumsi yang tidak sehat dan merusak lingkungan yang akan merugikan diri kita sendiri.
Herba yang berkhasiat dalam pemeliharaan kesehatan bukan merupakan barang baru di negeri ini. Praktis semua mengenal pengobatan tradisional jamu. Bahkan boleh jadi tidak sedikit orang yang secara rutin mengonsumsi jamu yang langsung digendong oleh penjualnya. Mudah dimengerti bahwa kebiaasan ini tentu beralasan, yakni herba tersebut dirasakan berkhasiat. Dengan perkembangan jaman, semakin diketahui bahwa pangan selain untuk memenuhi fungsi primernya sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, ternyata dapat didayagunakan sebagai pendukung kesehatan. Yang acap disebut-sebut antara lain adalah antioksidan yang berfungsi untuk melawan radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas ini dipercayai merusak banyak fungsi tubuh sehingga orang mudah jatuh sakit atau orang menjadi cepat tua. Buku ini meggabungkan dua kekuatan alam tersebut. Pelbagai gangguan kesehatan yang kerap muncul sehari-sehari dicakup dalam buku ini. |
Buku yang dikemas apik ini dicetak untuk pertama kalinya oleh Institut Manajemen Zakat pada Juni 2002, bersam Tim Penyusunnya yakni beberapa tokoh di jag…
Penulis : Eri Sudewo
Penulis : Tim Institut Manajemen Zakat








